Menulis Artikel Ketika Miskin Inspirasi

Tips Menulis Artikel Blog Ketika Kita Miskin Inspirasi | Saya bukan penulis murni, paham betul tingkat daya kreatifitas menulis saya. Kesukaan saya pada blogging pun hanya berangkat dari modal senang menulis puisi dan menulis lagu, karena saya punya band, band rock! [nama band saya dulu Pink Pollution, tidak pernah mengeluarkan album apalagi menelorkannya].

Malah modal kesenangan saya akan menulis puisi maupun lirik lagu sebenarnya tidak sanggup mengantar saya untuk tekun ngeblog. Untung saja saya senang kegiatan online dan itu modal terbaik saya dalam blogging.

Tips Menulis Artikel Blog Ketika Kita Miskin Inspirasi

Berikut Cara Menulis Artikel Ketika Tidak Punya Inspirasi

  • Mencari Artikel Bahasa Inggris
Iyah, saya mencari artikel yang temanya sesuai atau mendekati dengan kedalaman pemahaman saya. Mengapa harus sesuai dengan tingkat kedalaman pemahaman saya? Jawabanya adalah agar saya tahu apa yang saya tulis! sebab akan lucu ketika saya harus menulis sesuatu yang saya tidak pahami.

Tapi, BTW saya tidak mencari artikel berbahasa Indonesia tapi yang berbahasa Inggris. Bukan sok ke-inggris-inggrisan tapi lebih karena pertimbangan kreatifitas belaka. Jika saya harus menggubah artikel berbahasa Indonesia justru saya akan kesulitan untuk menjadi beda. Akan sulit untuk menjadikan artikel itu unik.

Di internet sendiri ada yang menyediakan artikel-artikel berbahasa Inggris yang mengizinkan penggunanya untuk menulis ulang maupun menterjemahkan. Silahkan anda mencarinya.

  • Terjemahkan Artikel
Setelah menemukan artikel yang sesuai dengan pengharapan saya saya akan terjemahkan artikel tersebut meskipun saya tidak begitu paham bahasa inggris. Saya akan terjemahkan dengan translator Google maupun Bing. yang belum tahu apa itu translator online bisa cek link berikut; versi google maupun bing.

  • Menafsirkan Artikel Hasil Terjemahan Dan Menyusun Ulang
Setelah artikel tersebut menjadi artikel bertuliskan Bahasa Indonesia, pekerjaan menulis ini belum berhenti. Saya belum berani mengunggah sebagai postingan untuk blog saya. Lalu apa yang kemudian saya lakukan? Disini kita berjumpa pada sisi beratnya.

Saya bisa membutuhkan waktu berjam-jam untuk menafsirkan maksud dari isi artikel. Bagaimana mungkin butuh waktu berjam-jam? Iyah karena hasil terjemahan translator masih mentah, translator hanya mampu menerjemahkan kata perkata saja. Kalimtnya masih belum memberikan informasi yang jelas. Dari sini saya berusaha menafsirkannya sebaik mungkin sehingga artikelnya dapat tertulis alami tanpa nilai "copy-paste".

Mungkin tindakan menafsirkan ini bukan sesuatu yang membanggakan untuk seorang penulis, tapi setidaknya kita sudah berusaha meminimalkan kegiatan ilegal "copy-paste" artikel karya orang lain secara mentah-mentah.

Dan percayalah dengan melakukan ini perbendaharaan kosa kata kita yang tersimpan jauh di dalam pikiran akan  muncul ke permukaan, sehingga dengan sendirinya berdampak baik pada daya olah kata kita. Kosakata-kosakata tersebut kemudian hari dapat memperkaya baris-baris kalimat pada artikel orisinal kita kelak.

Demikian Tips Menulis Artikel Blog Ketika Kita Miskin Inspirasi dari pengalamn saya semoga membawa nilai baik untuk anda para pembaca.

0 komentar

Post a Comment