Kawunganten Membatik, Diklat Berbasis Kompetensi

Kawunganten | Yayasan Nurul Huda Kawunganten yang sekarang diketuai oleh K.H. Maslahudin bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian Republik Indonesia mengadakan Diklat Batik. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat dalam rangka membekali masyrakat dengan keterampilan yang berdaya produksi.


Yayasasn Nurul Huda Kawunganten Membatik

Masyarakat Kawunganten Antusias Pada Diklat Membatik

Diklat yang bertema Membatik Berbasis Kompetensi ini banyak menarik minat warga masyarakat Kawunganten. Para peserta ini berasal dari berbagai desa yang berada di Kecamatan Kawunganten mulai dari Desa Mentasan, Kalijeruk, Sarwadadi hingga peserta dari Desa Bojong Serta Kubangkangkung.


Diselenggarakan di Aula Masjid Jami Al-Hidayah Desa Kawunganten Lor Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap, Diklat Batik ini diikuti oleh seratusan peserta mulai dari ibu-ibu muda, remaja putra dan putri hingga beberapa santri putra dan puti dari Pondok Pesantren Al-Barokah Kawunganten yang diasuh oleh beliau K.H. Khanif Mas'ud.

Kawunganten Membatik

Tapi jangan salah, pada Diklat Batik ini juga diikuti salah satu seniman seni rupa asal Kawunganten Lor, Agus Salim. Iya, yang namanya ilmu, sekelas Mas Agus Salim yang sudah paham dunia seni saja merasa antusias dengan kegiatan Diklat Membatik ini apalagi masyarakat lain yang benar-benar belum memahami dunia seni.

Diklat Membatik Berbasis Kompetensi Di Kawunganten Cilacap

Diklat Membatik yang merupakan kerjasama antara Kemenperin dengan Yayasan Nurul Huda Kawunganten ini menggunakan metode teori dan paraktek. Para peserta selain dibekali pembelajaran dengan praktek secara langsung juga dibekali dengan teori yang akan berguna untuk pemahaman. Sehingga metode ini membuat para peserta dapat menguasai pemahaman sekaligus mempraktekannya.

Diklat Batik  Di Kawunganten

Gus Hakim sebagai wakil dari Yayasan yang merupakan putra dari KH. Maslahudin juga terlibat secara aktif. Beliau konsisten mengawal / menemani para pembimbing dan juga menemani para peserta.

Dengan peran aktif Gus Hakim pada Diklat Batik ini, komunikasi antara pembimbing / pengajar dengan para peserta / masyarakat menjadi lebih komunikatif.

Peserta Diklat Membatik Merasakan Nikmat Menimba Ilmu

Sudah menjadi rahasia umum, godaan kita dalam menimba ilmu adalah rasa malas, tapi Yayasan Nurul Huda mempunyai trik dan usaha untuk mengatasi masalah ini.

Dalam kesibukan peserta saat menimba Ilmu Cara Membatik ini, panitia memanjakan mereka dengan berbagai dukungan. Panitia menyediakan makan siang dan suguhan kopi untuk memulihkan semangat yang memang harus sering didongkrak ulang.

"Nikmat mana lagi yang akan kau ingkari?" Cari ilmu, disuguhi kopi dan dihidangi makan siang, pokoknya menjadi peserta Diklat Batik ini semua senang dah ­čśü, semoga ilmunya berkah, amiin.

Diklat Membatik Kawunganten

Tidak lupa, para pengajar / pembimbing juga membekali Buku Pegangan Teknik Membatik untuk para peserta yang berguna untuk pendamping atas pemeliharaan ilmu yang sudah didapat pada Diklat.

Yang belum sempat mengikuti kegiatan semacam Diklat Batik kali ini semoga dapat mengikuti kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh Yayasan Nurul Huda Kawunganten di lain waktu.

0 komentar

Post a Comment