Apr 27, 2019

Makna Lagu The Man Who Sold The World Nirvana

Kodeliminal.com | Para rocker alterntiv-an pastinya tahu lagu yang satu ini. Saya sendiri petama kali mendengar langsung 'sreg dan klop' seakan terhanyut secara emosional, mungkin Pak Kurt D. Cobain membawakannya dengan penuh penghayatan padahal saya gak paham betul makna dari liriknya, boro-boro paham maknanya, liriknya saja gak tahu.Eit... tunggu, bukankah memang sering begitu?! bukankah musik adalah bahasa universal?! kita tidak harus tahu makna lagu agar terhanyut saat mendengarnya.

Bagi kawan-kawan yang belum pernah mendengar lagunya bisa langsung cari di Youtube atau kanal-kanal musik lain di dunia maya.

The Man Who Sold The World Lagu Dialog Dalam Diri 

Makna lagu The man who sold the world dari Nirvana menurut tafsiran saya adalah sebuah lagu yang mengisahkan / menggambarkan percakapan antara 2 pribadi yang terdapat pada diri satu orang, bisa dikatakan lagu yang berkisah tentang dialog penyanyi dengan dirinya sendiri. Dialog antara aku yang satu dengan aku yang lainnya, lebih rincinya aku yang baik dan aku yang jahat.

The man who sold the world Lagu Nirvana  Meaning

Pada bait pertama menggambarkan bahwa mereka berdua [dalam artian aku yang baik dan aku yang jahat] telah melwati tangga, tangga di sini saya artikan sebagai jenjang kehidupan. Kemudian mereka berdialaog sampai pada bait "although i wasn't there, he said i was his friend" yang seakan menggambarkan rong-rongan aku yang jahat untuk mengklaim bahwa aku yang baik adalah kawannya.


Lalu aku yang baik menimpali pendapat aku yang jahat dengan bunyi lirik pada bagian reffrain "Oh no, not me, we never lost control, you're face to face with the man who sold the world", oh tidak, bukan aku yang melakukannya [melakukan kejahatan tersebut], aku tidak pernah lepas kendali, sebab aku adalah orang yang menjual dunia [saya artikan sebagai orang yang ikhlas].

Aku [aku yang baik] menjabat tangan, berpamitan pada aku yang jahat sembari pergi meninggalkannya kesepian untuk mencari jalan pulang [pada kebaikan]. Bertahun-tahun berkelana mencari rumah asalnya, mencari bentuk fitrahnya.

Pada waktu perjalanan balik itu aku yang baik terus berusaha menyangkal pernayataan aku yang jahat bahwa dia terlibat dalam segala kekejian di masa lalu.

"you're face to face with man who sold the world"

Aku yang baik menyangka bahwa aku yang jahat kini sudah lama mati kesepian, tapi ternyata tidak! Aku yang jahat akan tetap hidup setia menemani aku yang baik, meskipun aku yang baik akan berkali-kali pula menyangkalnya.

Begitulah makna yang saya tangkap dari lirik lagu The man who sold the world Nirvana. Kita akan selalu melawan diri kita sendiri, mungkin aku yang jahat dalam lagu ini adalah personifikasi dari nafsu dalam diri.

Apapun makna yang tersirat pada terjemahan lagu The man who sold the world, sebuah lagu yang aslinya merupakan karya Pak David Bowie, bagi saya pribadi memang lebih menghanyutakan ketika dibawakan oleh Pak Kurt Cobain dengan bandnya Nirvana, terutama versi Unplugged In New York.

3 comments


EmoticonEmoticon