May 3, 2019

Ada Apa Dengan Nirvana

Ada Apa Dengan Nirvana? | Ketika virus punk, metal dan pop bagikan suara persaingan petir yang saling menyambar dalam ring musik komeril, bisnis rekaman pun ikut memanen efek-efek "pertarungan" kubu-kubu tersebut, ide-ide bermusik banyak bermunculan, cita rasa musik baru mirip ikan yang menampakkan diri, memancing emosi untuk dipancing oleh raksasa pemodal. Ini menjadi berkah tersendiri bagi para pencari bakat dan tentunya para bos rekaman.

Kemudian, laksana sebuah dongeng yang yang begitu tertata rapi dari mulut sang pendongeng, pun demikian kisah ini berlanjut, di waktu itu lahirlah "ksatria" yang akan mencengangkan anak-anak muda di dalam Negeri Amerika sampai pelosok- pelosok tanah di negeri lainya.

Ada Apa Dengan Nirvana

Bukan, bukan seperti kisah sun-go-kong yang lahir dari sebuah batu, sosok mereka lahir dari hasrat keinginan dan obsesi mereka untuk menjadi Rock Stars, mereka membentuk sebuah "grup kecil", menyebut diri mereka Nirvana.

Hehheeh... Udah cukup yah opening-nya, susah cari kata-kata yang wow buat Nirvana. Ok mari kita ulas band super maximal keren ini. Nirvana.... is it punk? grunge? alternativrock? postpunk? I dont care anymore. Bagiku mereka total keren.

Aku Dan Nirvana

Aku sendiri jatuh hati kepada musikalitas mereka pada saat pertama kali aku dengar Smells Like Teen Spirit. Saat itu kira-kira aku baru kelas 1 Madrasah [MI], padahal saat itu aku belum mengenal perbedaan [sentimen budaya barat atau budaya timur], maka dari itu aku juga menolak teori bahwa "barat" itu buruk atau "timur" itu santun maupun sebaliknya, yang aku tahu aku suka tanpa memaksakan diri untuk suka.

hanya melalui lagu-lagu; Seperti Smells, come as you are, about a girl sudah membuat aku jatuh hati untuk Nirvana. Bukan karena aku tidak penasaran untuk mendengar karya-karya mereka yang lain, tapi ini karena saat itu informasi belum begitu deras, zaman belum musim internet yang mana segalnya mudah diakses, bahkan saat itu saluran televisi pun masih sebatas  TV Negara, TVRI saja. Benar-benar tidak ada solusi untuk mengatasi rasa penasaran ku terhadap karya-karya mereka yang lain.

Menginjak SMP mobilitas informasi mulai berkembang dan lebih mudah menyebar melalui majalah-majalah musik, semisal HAI atau MOP untuk majalah sekolah yang kadang mengulas band-band rock termasuk Nirvana. Kaset-kaset pita mereka sudah mulai bisa ditemukan di beberapa toko di pasar. Lirik-lirik lagu mereka mulai mudah ditemukan pada majalah-majalah sehingga memudahkan untuk menghafal dan menyanyikannya.

Kemudian pada usia SMA aku menemukan beberapa kawan yang kebetulan juga suka dengan Nirvana [kebetulan yang menyenangkan ini]. 1 minggu sekali kami memainkan lagu mereka di studio yang saat itu sedang menjamur beriringan dengan menjamurnya tren PS 1, rasanya senang sekali. Aku masih ingat drumer ku saat itu bernama Yus Kumar [nama keren yang ke-india-india-an], dia sangat powerfull saat bermain, apalagi saat kami membawakan lagu breed, aku ingat itu.

Ada Apa Dengan Nirvana?

Nirvana merupakan salah satu band rock paling berpengaruh di dunia. Totalitas musik & aksi panggungnya benar-benar hiburan, penjiwaan dalam pembawaan musik mereka sama sekali tidak terbantahkan.

Nirvana, ditandai dengan penampilan perdana Kurt Cobain, Krist Novoselic dan Aaron Burckhard pada tahun 1987, maka tahun itu pula yang dijadikan rujukan oleh banyak orang sebagai awal terbentuknya Nirvana, Nirvana yang terkenal.

Dalam perjalanan dan prosesnya, keluar- masuk studio rekaman, gonta-ganti personel, alkohol, drugs, percintaan, wanita, masalah rumah tangga juga mewarnai perjalanan seperti kebanyakan band-band lain.

Masih penasaran, entah bagaimana Bapak Prof. Kurt Cobain n friends dapat meramu lirik dan musik yang bisa begitu kompak, maksudku bisa membuat penikmat musik merasa "musiknya membuatku merasa aku ada di dalamnya". Dari Smells Like Teen Spirit sampai Something In The Way, dari Album Bleach sampai Unplugged In NY semua benar-benar membuat terkesan. Ada Apa Dengan Nirvana?

Musikalitas Nirvana memang benar-benar menghipnotis pendengarnya hingga pendengar seakan  "masuk" ke dalam lagu-lagunya. Musik Nirvana menghipnotis, mampu menjadikan para penyimaknya merasa menjadi rocker itu sendiri; rocker di kamarnya, lamar mandinya, rumahnya, gaya hidupnya.

Matinya Kurt Cobain Tidak Mematikan Nirvana

Nirvana, Sepeninggal tragedi 27-nya Kurt, saya cuma ingin mengucapkan kata-kata melalui kutipan dari salah satu lirik lagu Sound Garden "no one sings like you anymore". Tak seorangpun dapat menyanyi seperti dirimu lagi, Kurt!

0 komentar

Post a Comment