May 2, 2019

Jakarta Ditinggal Ibu Kota

Ibu Kota Negara Indonesia Pindah [Seumpama] | Isu tentang rencana negara akan memindahkan Ibu Kota semakin hangat, orang-orang mulai bertanya-tanya "Ibu mau pindah ke mana?". Jakarta akan seperti apa tanpa ibu?

Kebetulan atau sebuah kesengajaan, tapi fakta bahwa isu Ibu Kota akan dipindah ini memang kencang berhembus pada suasana Pemilu 2019 yang masih panas. Beberapa elit yang entah pada posisi netral atau berpihak pada kubu yang berseberangan dengan Presiden Jokowi menuduh menyangka bahwa isu Pindah Ibu Kota ini sebagai trik pengalihan masalah Pemilu, maklum, para relawan kubu 02 [untuk Capres-Cawapres, Prabowo- Sandiaga Uno] memang sedang gencar-gencarnya memperjuangkan posisi Prabowo supaya dapat menjadi Presiden Republik Indonesia.

Bahkan beberapa hari yang lalu [dari postingan ini diunggah], terdengar kabar bahwa relawan kubu 02 kembali mengadakan "ijtima ulama", dengar-dengar sih itu ijtima yang ke tiga, ah sudah kita abaikan saja.

Jakarta Ditinggal Ibu Kota Negara

Okeh, Terlepas dari masalah sentimen dari panasnya arena politik, kira-kira jika Ibu Kota NKRI jadi pindah akan ada dampak apa saja terhadap Daerah Khusus Jakarta?

Dampak  Pada Jakarta Jika Ibu Kota Negara Pindah

Berikut beberapa dampak yang mungkin akan terjadi seumpama Ibu Kota Negara Indonesia jadi pindah posisi, baik dampak negatif maupun positif pada Jakarta.

1. Jakarta Bukan Lagi Nomer 1

DKI Jakarta yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi Ibu Kota Republik Indonesia pasti menjadi kota pertama yang merasakan dampaknya, baik itu dampak positif maupun dampak negatif.

Jakarta tidak lagi menjadi nomer 1 di Indonesia dalam hal pengaruh apapun. Meskipun menyandang status daerah khusus [DKJ / bukan lagi DKI] tetap saja pengaruh nomer 1 adalah Ibu Kota yang nantinya akan ditempati.

2. Lebih Mandiri Dan Tahu Cara Membentuk Diri

Di sisi lain Jakarta akan lebih dewasa, lebih mudah untuk menata diri, itupun kembali lagi kepada menejemen pemerintahannya dan kekompakkan penduduknya. Misal Jakarta bisa mengatasi banjir, kemacetan dan memperbarui tata kota yang faktanya sampai saat ini memang masih jauh untuk dikategorikan sebagai kota yang keren jika dibandingkan dengan kota-kota internasional lain di dunia yang kedudukannya dalam negara selevel Kota Jakarta.

3. Jakarta Tidak Seberuntung Saat Masih Di Dekat Ibu

Sebenarnya realita dari suasana rumah tangga negara ya gak beda-beda amat dengan penggambaran suasana rumah tangga kita, hanya dalam level, berbeda memang . Ya sudah, gambarkan saja kita seorang anak yang biasanya menja-manjaan sama ibu, yang minta ini minta itu dikabulkan [udah mirip kantong ajaib doaraemon]. Kita bisa rasakan sisi nyamannya kan? Enak bukan?

Nah sekarang, bayangkan ibu kalian pergi meninggalkan kalian untuk mendiami rumah baru yang tanpa adanya riuh kehadiran kalian, untuk mendapat bapak baru babak baru, pastilah ada dampak "kejiwaan" yang akan kalian rasakan, begitu juga Jakarta, bila rencana pemindahan Ibu Kota Negara ini terwujud maka Jakarta gak bisa lagi manja-manjaan ke Ibu. Iya kan? Iya Kan?

Jakarta akan mengalami "kerempongan-kerempongan" yang sama dengan kota-kota dan provinsi-provinsi lain di luar Ibu Kota saat membutuhkan Ibu.

Jika Jakarta ditinggal Ibu Negara, maka kemanakah kiranya Ibu Negara akan singgah dan betah? Btw, aku pernah membaca artikel di mojok.com, penulisnya menyarankan salah satu opsi, diantara opsi itu mengusulkan agar Ibu Kota pindahnya ke Nusakambangan, wow. 

0 komentar

Post a Comment