May 10, 2019

Nikung Bojone Wong [Tips Dan Trik]

Kodeliminal.com | Wellcome to dunia yang penuh warna-warni di mana benar bisa berkesan salah, salah kadang nampak benar, hukuman kadang dianggap ujian [manusia kadang se GR itu]. Btw bener gak sih medsos dan aplikasi-aplikasi sosial lainnya ikut berperan dalam dunia pergendakan dan perceraian? Jawabanya akan selalu ada 2, bisa iya bisa tidak.

Terus saat ini kalian sedang meramaikan kegaduhan rumah tangga orang tidak? Kalau tidak, lebih baik jangan! berbahaya! Bukan cuma berbahaya buat kalian, tapi juga masa depan anak-anak kalian! Kalian gak percaya?! Ya sudah gak apa-apa, Om Prabow0 saja yang mengklaim kemenangan sepihak terus kalian gak percaya bagiku juga tidak apa-apa, ya nggak?

Nikung Istri Orang

5 Tips Persiapan Nikung Bojone Wong

Ini nih Kodelimiminal mau kasih tips dan trik perihal narget istri / suami Orang / alias Nikung Bojone Wong, biar kalian tidak sembrono dengan cara main kasar apa lagi main culik, uwahuwhahua.

1. Ketahui Siapa Target

Ini penting bro dan sis, jangan anda sekalian menarget bojone wong tapi sampean tidak tahu siapa dia, apa dia wanita asli dari lahir atau wanita rekayasa. Kita tahu sendiri kan, sekarang ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat maju, wanita bisa jadi pria, pria bisa jadi wanita [mungkin salah satu caranya adalah dengan menekuk anu-nya kedalam].

Tambah lagi soal karakter target, apa dia seorang yang suka kemachoan pria, ketampanan atau malah suka hal-hal yang sederhana.

Tapi menurut penelitaian sepihak yang tidak bertanggung jawab didapatkan bahwa orang-orang yang mudah dirayu tersebut ternyata bukan karena mereka butuh apa-apa loh, Mereka cuma butuh digoda kok, mudah kan? 😅

2. Ketahui Kebiasaan Target

Kalian harus tahu Si doi punya kebiasaan apa pas pagi, sore atau malam hari. Kapan dia lebih aktif pegang smartphone [ponsel] nya. Yah ini jelas buat kenyamanan dan keamana anda lah. Anda pasti gak mau pas PM / SMS sayang-sayangan eh yang negabalas malah suaminya yang sudah puluhan tahun ngelonin istrinya.

Iya kalo suaminya marah-marah saja, nah kalo ndilalah suaminya punya kelainan ini kan bisa terjadi cinta segi tiga tidak beraturan. Cintamu akan berbalas cinta suaminya, sssst absurd!

3. Siapa Orang-Orang Disekitar Target

Siapa disekitar target, Anda harus paham betul karakter orang-orang disekitar target. Apa ada kemungkinan orang disekitar target juga mau diajak kompromi atau akan menjadi batu sandungan. Pahami mereka. Apa orang-orang di sekitar target semacam polisi, dokter, rohaniawan atau mungkin malah orang-orang tidak bermutu yang hidup kesehariannya hanya membawa misi menebar isu tidak jelas. 

4. Pahami Kadar Kepandaian Atau Kegoblogan Target

Nah ini juga penting untuk menjadi pertimbangan saat anda sekalian mempunyai visi Nikung Bojo Wong. Hindari target yang goblog over nemen.

Jika target anda goblog, anda akan kesulitan untuk menggunakan bahasa-bahasa kode sebab target anda orangnya tidak mudengan alias sering gagal paham. Untuk masalah Nikung Bojone Wong , target yang goblog akan cenderung membahayakan diri anda.

5. Ketahui Siapa Suami / Istri Target

Ups suaminya dukun santet! Uwow, Mampus kau! Bisa-bisa anda dikirim nasi sekalian lauknya melalui Tol Ghaib. Makanya sebelum yakin betul siapa pasangan si target sebaiknya banyak-banyaklah bertanya dahulu perihal pribadi pasangan target.

Bisa jadi suaminya seorang pendekar kampung atau ahli paham sedikit banyak tentang IT yang dengan beberapa trik bisa saja melacak keberadaanmu, siapa kamu, siapa orang-orang di sekitarmu, keluargamu, anak-anakmu.

Ini kan gak lucu, yang tadinya anda  bermaksud menarget istri / suami orang, sekarang malah anda yang ditarget pasangannya. Iya jika hidup anda saja yang jadi "taruhan", nah kalo suami / istri menargetkan kekacauan keluargamu dan anak-anakmu gimana coba? tambah rempong kan.. kannn. kannnn...!

Akhir kata, usahlah main Nikung Bojone Wong , masih banyak kok janda / duda dan perawan atau singgel yang bisa kita nego untuk bebrayan. Itu lebih aman.

Tapi jika anda sekalian merasa bahwa hal ngimpleng bojone wong itu wajar-wajar saja ya mau bagaimana lagi. Toh semua permainan atau guyonan dalam hidup ini menawarkan resiko tersendiri bukan?

0 komentar

Post a Comment