May 28, 2019

Puasa Atau Shaum Di Mata Sians

Berpuasa umumnya dilakukan sebagai bagian dari ibadah dalam niatan orang yang melakukannya, semisal Puasa Wajib Ramadhan dalam agama Islam serta puasa-puasa sunat lainnya. Kegiatan berpuasa juga dilaksanakan oleh agama-agama lain. Namun, tahukah anda bahwa menurut ilmu pengetahuan berpuasa rupanya tidak hanya baik untuk kesehatan rohani saja, tetapi juga kesehatan jasmani?

uasa Wajib Ramadhan dalam agama Islam serta puasa-puasa sunat lainnya. Kegiatan berpuasa juga dilaksanakan oleh agama-agama lain

Berikut adalah lima manfaat puasa bagi kesehatan tubuh menurut sains, seperti dilansir dari artikel Healthline, oleh Rachel Link, MS, RD.

1. Berpuasa Membantu Menurunkan Berat Badan

Secara teori, berpuasa memang bisa menurunkan konsumsi kalori dalam sehari sehingga menimbulkan penurunan berat badan. Namun, yang para peneliti temukan adalah penurunan badan saat puasa disebabkan oleh meningkatnya metabolisme. Peningkatan metabolisme ini terjadi karena puasa jangka pendek dapat meningkatkan norepinefrin, sejenis kimia organik dalam otak dan tubuh yang berfungsi sebagai hormon dan neurotransmitter.


Berikut Penjelasannya Hasilnya, menurut studi yang dipublikasikan dalam Nutritional Review pada 2015, puasa seharian dapat menurunkan berat badan hingga 9 persen dan secara signifikan mengurangi lemak tubuh bila dilakukan selama 12-24 minggu. Dari pada hanya membatasi asupan kalori, berpuasa diketahui lebih efektif dalam meningkatkan penurunan lemak sambil mempertahankan jaringan otot.

2. Berpuasa Meningkatkan Fungsi Otak

Sejauh ini, penelitian mengenai manfaat puasa terhadap kesehatan otak memang baru sebatas temuan awal pada hewan. Studi pada tikus yang dipublikasikan dalam PLOS One pada 2013, misalnya, menunjukkan bahwa intermittent fasting selama 11 bulan dapat meningkatkan fungsi dan struktur otak tikus.

Namun, beberapa studi pada hewan telah menunjukkan sesuatu yang sangat-sangat menggiurkan: berpuasa mungkin dapat melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Kemudian temuan ini mungkin akan ditindalanjuti dengan penelitian pada manusia untuk mengonfirmasikannya.

3. Berpuasa Melawan Peradangan

Bagi kebanyakan orang, peradangan akut adalah respons tubuh yang normal untuk melawan infeksi. Namun pada orang-orang tertentu, peradangan kronis dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan, seperti artritis rheumatoid arthritis, penyakit jantung dan kanker. Nah, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan tingkat peradangan dan membantu meningkatkan kesehatan.

Sebuah studi pada 50 orang dewasa sehat yang dipublikasikan dalam Nutrition Research pada 2012, misalnya, menunjukkan bahwa intermittent fasting selama sebulan dapat menurunkan marker peradangan secara signifikan.

Studi lain yang dilaksanakan pada hewan dan dipublikasikan dalam jurnal Cell Report pada 2016 lalu bahkan menunjukkan bahwa berpuasa dapat menurunkan tingkat peradangan dan membantu menangani multiple sclerosis [ MS ] atau sklerosis ganda,sebuah kondisi peradangan kronis.

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit tidak menular nomor satu yang menyebabkan kematian di seluruh dunia [ wow ]. Puasa mungkin bisa menjadi bagian dari solusi terhadap penyakit ini. Pasalnya, sebuah studi terhadap 110 orang dewasa obesitas yang dipublikasikan pada 2007 di jurnal Serbia Srpski Arhiv za Celokupno Lekarstvo menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu dapat menurunkan tekanan darah, trigliserida, kolesterol total dan kolesterol LDL.

Dalam studi yang lebih besar lagi terhadap 4.629 orang dan dipublikasikan pada 2008, ditemukan juga kaitan kuat antara puasa dengan meurunnya risiko penyakit jantung koroner dan risiko diabetes yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung.

5. Berpuasa Menurunkan Resistensi Insulin

Ada beberapa studi yang menghubungkan puasa dengan menurunnya resistensi insulin. Sebuah review yang dipublikasikan dalam Translational Research pada 2014 adalah salah satu contohnya. Studi ini menemukan bahwa intermittent fasting dan alternate-day fasting sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin.

Bila resistensi insulin berkurang, maka sensitivitas tubuh terhadap insulin akan meningkat dan pemindahan glukosa dari darah ke sel pun menjadi lebih efisien. Dikombinasikan dengan potensi puasa dalam menurunkan kadar gula darah, turunnya resistensi insulin dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.

* Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh pankreas. Ketika kita makan, pankreas melepaskan hormon insulin yang memungkinkan tubuh mengubah glukosa menjadi energi dan disebarkan di seluruh tubuh. Hormon yang satu ini juga membantu tubuh menyimpan energi tersebut.

*Intermittent Fasting adalah suatu metode yang membagi satu hari (24 jam) ke dalam jam puasa dan jam makan. Kita hanya diperbolehkan memperoleh asupan kalori selama jam makan yang sudah ditetapkan.

0 komentar

Post a Comment