May 7, 2019

Memahami Tangisan Bayi

Memahami Tangisan Bayi | Banyak artikel dari banyak penelitian yang mengungkap bahwa tangisan bayi merupakan bahasa yang digunakan bayi untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Tangisan bayi adalah bahasa dari kejujuran rasa yang ingin diperhatikan terutama oleh ibu dan ayah.

Bayi kerap menangis biasanya pada selama tiga bulan pertama

Bayi kerap menangis biasanya pada selama tiga bulan pertama. Menurut para ahli bayi akan lebih banyak menangis pada usia 3 bulan pertama dari kelahirannya. Setelahnya tangisan mereka akan cenderung berkurang.

Bayi sangat sensitif terhadap lingkungan sekitar yang mengganggu kenyamanan mereka, jadi beberapa tangisan bayi merupakan cara mereka mengungkapkan protes.

Beberapa Bahasa Tangisan Bayi

Orang tua diwajibkan mampu berkomunikasi baik dengan bayi, dan menghentikan tangis bayi adalah salah satu bentuk bahwa bayi menerima komunikasi anda, merasakan dampak dari perhatian dan cinta kasih orang tua. Dapat menghentikan tangisan bayi adalah salah satu prestasi menyenangkan dari orang tua.

  • Bayi Merasa Lapar
Bayi kerap menangis karena lapar. Dia menangis sebagai bentuk minta perhatian, berusaha memberi tahu bahwa sedang lapar, mereka menginginkan makanan, dan jika anda biarkan, tangisanya akan bertambah kencang sebagai bentuk protes.

  • Bayi Merasa Bosan
Bayi juga bisa mengalami kebosanan atau rasa suntuk, jika kita mau memperhatikan mereka,mereka akan senang. Ajaklah bayi bermain-main, tentunya tidak bermain dengan alat permainan yang bisa membahayakan bayi. Beberapa gerakan kita dapat menghiburnya, semisal "cilukba" dan sebagainya.

  • Bayi Tidak Nyaman
Masih berkaitan dengan kebosanan, rasa tidak nyaman akan lebih berpotensi membuat si baby menangis. Selain keadan sakit yang dapat diperhitungkan secara medis, pakaian-pakiaan yang kasar / buruk yang dikenakan juga dapat menjadi penyebab mereka menangis.

Popok, baju, selimut yang tidak berkualitas sebaiknya jangan kenakan pada bayi. Begitu juga dengan suasana, rumah yang bising, teriakan anak-anak yang lebih dewasa juga kerap membuat bayi tidak nyaman.

Bayi memang makhluk menggemaskan. Apakah kita bisa memahami apa yang bayi kita rasakan? Memahami bahasa bayi? tentu saja bisa, sebab antara orang tua dan bayi ada getaran rasa cinta, menggemaskannya para bayi.

0 komentar

Post a Comment