Jun 4, 2019

Muter-Muter Kawunganten

Saat Hari Raya Idul Fitri di Kawunganten, seperti hanya kebanyakan kampung atau desa di Indonesia lainnya , salah satu desa dari bagian Kabupaten Cilacap ini juga mendadak ngota. Lalu lintas jalanan Kawunganten mendadak padat merayap, mengingatkan akan padatnya isi jalanan kota-kota satelit Ibu Kota Jakarta.

Saat Hari Raya Idul Fitri di Kawunganten, seperti hanya kebanyakan kampung atau desa di Indonesia lainnya , salah satu desa dari bagian Kabupaten Cilacap ini juga mendadak ngota.

Mendadak Kawunganten dipenuhi banyak orang-orang keren, pria-pria rupawan serta para wanita. Belum lagi gadis-gadis cantik lengkap dengan perlengkapan pemaksimalnya, 100% membuat senang mata ini, wanita memang indah menurutku sih.


Tapi beberapa dari mereka mungkin saja ada yang bukan lagi original orang desa, alias lahir dan tumbuh besar di kota. Atau ada juga kawan kenalan dari kota yang sekedar ikut mudik sebab hasrat ingin menikmati suasana desa.

Lalu bagaimana cara menyenangkan orang kota yang ingin menikmati suasana Desa Kawunganten? Apa kalian akan ajak mereka menemui megahnya Kota Cilacap? Hallloo! Mereka itu orang kota yang bahkan mungkin rasa sensasi akan panorama beton sudah mentog. Jadi bagaimana? Ya bagai ini.

Tips Menikmati Kawunganten

Jadi bagaimana solusi untuk menyenangkan orang kota yang ingin menikmati suasana desa-desa di seputar Kawunganten?


  •  Siblon Di Kali
Agak ngehekx kedengaranya, tapi tidak ada salahnya kita mencoba memuaskan mereka denagn mengajak berenang di sungai atau irigasi. Kita kan tahu di kota-kota besar kalinya kebanyakan hitam dan berbau aneh. Jadi sebuthek-butheknya air sungai di desa hampir pasti masih lebih sehat / aman dari air sungai Jakarta atau kota-kota besar lainnya yang sudah diga9ahi banyak limbah industri.

Yang perlu dicatat jika ada turis wanita dewasa yang ingin ikut nyebur, pastikan untuk tidak usah repot-repot menggunakan bikini, sebab akan menghadirkan situasi dan persepsi kikuk dari warga sekitar sungai.

  • Muter-Muter Seputaran Kawunganten
Nah kalo ini soal jalan-jalan, seperti sudah di singgung di atas, orang-orang kota itu tidak lagi takjub dengan beton sekalian thethek bengeknya. Mereka sudah paham betul tentang panorama beton. Mereka akan lebih tertarik dengan sesuatu yang natural atau dengan istilah inggris pengin back to primitive nature.

Bisa jadi para turis ingin melihat-lihat suasana perkampungan yang masih asri di seputaran Desa Kawunganten, suasana hati kan tidak ada yang tahu, hanya membaca kemungkinan saja.

Siapkan saja motor yang masih sehat, motor matic juga tidak apa-apa yang pentig mesinnya sehat. Kemudian apa? kemudian ya ajak itu turis jelong-jelong dan muter-muter Kawunganten.

Rutenya sendiri tidak begitu rumit, kalian hanya perlu melintasi beberapa sept desa, yaitu; Desa Kawunganten,  Kubangkangkung, Sawangan-Mentasan, Kalijeruk dan Desa Kawunganten Lor, atau sebaliknya.

Ingat:
Kawunganten-Bojong-Kubangkangkung-Sawangan-Mentasan-Kalijeruk-Kawunagnten Lor atau sebaliknya bergantung dari titik mana kalian akan memulai.

Beberapa spot yang berpotensi menyenangkan untuk para turis tentunya Wisata Waduk Kubangkangkung, kalian bisa berhenti di sini untuk sekedar ngopi berswafoto atau selfie atau bisa juga bengong lihat-lihat ramainya lalu lalang motor dan mobil dari tepian Alas Kubangkangkung. Pelototin saja terus sampai bosan.

Nah setelah merasa cukup silahkan lanjutkan perjalanan untuk menuju desa-desa selanjutnya. Dan jangan lupa lagi terapkan jalan-jalan santai jangan ngebut, percuma gak ad yang ngasih piala.

Sesampainya di Desa Sawangan kalian akan memasuki wilayah hutan [ hutan apa namanya aku lupa, mungkin Hutan Mentasan ]. Di sinilah momen baik untuk memuaskan dahaga keturisan orang-orang kota.

Tumbuhan jagung yang menghiasi lereng-lereng pegunungan [ terakhir aku lewat sana masih banyak tanaman jagung ] akan menjadi sesuatu spesial untuk menghijaukan mata. Udara yang segar, sunyi suara sebab jauh dari bising mesin seharusnya dapat menjadi sensasi yang menyegarkan telinga.

Warning:
Saat berniat untuk acara muter-muter Desa Kawunganten ini, sebaiknya pastikan dahulu cuaca sedang baik [ tidak setelah hujan atau hujan atau malah akan hujan ], sebab pengalamanku terakhir melalui jalan di hutan ini sudah rusak dan masih rusak, akan licin dan berbahaya terlebih jika membawa anak-anak. Utamakan keselamatan.

Jalanan di hutan ini masih lumayan sepi yang mencitrakan maksud bahwa bukan pilihan yang bijak jika kita melakukan perjalanan sendiri atau hanya berdua dengan orang yang tidak begitu kita kenal.

Setelah merasa puas ngapain lagi? Iya terserah panjenengan, mau tidur apa mau pulang. Kalau mau pulang ya silahkan lanjutkan perjalanan seperti penggambaran rute diatas hingga kembali ke titik semula anda berangkat.

Kawunganten mendadak padat merayap, mengingatkan akan jalanan kampung-kampung satelit di Jakarta.
Kawunganten

Pada akhirnya lakukan saja sesuka kalian, penulis hanya menyuguhkan tulisan, tidak bertanggung jawab atas apapun jika / atas beberapa pembaca yang terinspirasi untuk melakukan kegiatan Muter-Muter Kawunganten seperti diterangkan di atas.

0 komentar

Post a Comment